|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 28 December 2009 |
|
Bagi kebanyakan orang, umur 80 tahun sudah waktunya untuk undur diri dari aktivitas yang berat. Anggapan demikian tidaklah berlaku bagi Mbah Driyo Pawiro. Sekalipun sudah sangat tua untuk ukuran umur orang Indonesia, Mbah Driyo demikian panggilannya, tetap bekerja keras dengan membuat kerupuk lempeng, makanan khas Bantul yang terbuat dari beras atau nasi kering (nasi aking).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Tukang Sapu Berputra Sarjana |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 28 December 2009 |
|
Tubuhnya sudah menua, kulit melipat, maklum Bu Ning demikian sapaan wanita ini yang sudah berusia 65 tahun. Namun semangat survival-nya tidak kalah dengan orang yang lebih muda darinya. Ibu yang berasal dari Bajarnegara ini sehari-hari adalah sebagai penjual di kantin TK ABA Sudagaran. Istri dari bapak Basuki yang berprofesi sebagai satpam ini, selain sebagai pedagang yang melayani anak-anak TK, ia juga diamanahi oleh pengurus TK sebagai pegawai kebersihan dan memegang kunci sekolah. Jadi bisa dibayangkan bagaimana sibuknya Bu Ning dengan kondisi tubuh yang semakin menua. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Bu Niyah yang selalu ’tebar senyum’ |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Sunday, 12 April 2009 |
 Jika melihat kenyataan ini, mungkin kita sangat mendukung program pembatasan kelahiran. Seorang wanita, bertubuh kecil, pendek, dengan kulit melegam terkena sengatan matahari, harus menanggung hidup sembilan anaknya. Ya ! Anda tidak salah baca. Wanita tegar ini menanggung hidup sembilan anak dan seorang suaminya. Sendirian ! Subhanallah. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|