|
|
Menjadi Konsumen yang Islami |
|
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Saturday, 31 October 2009 |
|
Salah satu aspek dalam kegiatan ekonomi selain produksi, distribusi dan redistribusi adalah konsumsi. Dalam Ideologi kapitalisme konsumsi sebagai suatu mekanisme untuk menggenjot produksi dan pertumbuhan. Semakin banyak permintaan maka semakin banyak barang yang diproduksi. Disinilah kemudian timbul pemerasan, penindasan terhadap buruh agar terus bekerja tanpa mengenal batas waktu guna memenuhi permintaan. Dalam Islam justru berjalan sebaliknya: menganjurkan suatu cara konsumsi yang moderat, adil dan proporsional. Intinya, dalam Islam konsumsi harus diarahkan secara benar dan proporsional, agar keadilan dan kesetaran untuk semua bisa tercipta.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 15 June 2009 |
|
Harta kekayaan dalam Islam memiliki fungsi sosial, Islam menetapkan bahwa pemilik harta kekayaan dan hasil ekonomi yang diusahakan oleh manusia adalah amanat Allah SWT., semata. Tugas manusia adalah mengusahakan, menjaga dan memanfaatkannya dalam rangka mengabdi kepada Sang Maha Pencipta.
Dalam Islam, harata adalah alat atau sarana untuk memenuhi kebutuhan hidup, harta bukanlah tujuan hidup. Tujuan hidup seorang muslim adalah mengabdi kepada Allah SWT., seperti dijelaskan dalam Al Qur’an: “Dan tidaklah Kami menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adzdzariyat: 50).
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
|