Pembebasan Sisa Pembiayaan Korban Kebakaran Pasar di Magelang dan Bandung PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Administrator   
Friday, 26 February 2010
ImageMagelang, 16 Januari 2010, KJKS Baituttamwil  TAMZIS memberikan santunan Pembebasan Sisa Pembiayaan kepada pedagang korban kebakaran pasar Grabag bertempat di  Aula Kecamatan Grabag Magelang, yang diberikan langsung oleh General Manager TAMZIS Budi Santoso, didampingi  Wakil Direktur Tri Supriyo Wijiyanto dan Manajer Penjaminan TAMZIS Tri Wuryanto. Sejumlah 18 pedagang korban kebakaran mendapatkan pembebasan sisa pembiayaan dengan jumlah total sebesar Rp19.000.000,-.

Acara tersebut selain dihadiri Muspika Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang,  juga  dihadiri oleh Dinas Perdagangan, Industri dan Koperasi Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pasar Grabag, Lurah Grabag serta Paguyuban Pedagang Pasar Grabag dan Anggota TAMZIS Cabang Secang.

Dalam sambutan tersebut, Direktur TAMZIS Budi Santoso, mengatakan bahwa pola bagi hasil atau mudharabah merupakan pola kerjasama usaha yang telah lama dilakukan oleh masyarakat kita yang sering disebut pola gaduh atau maro. Mudharabah sendiri adalah kerjasama antara pemilik dana dengan pengusaha yang menjalankan usaha, dan pemilik dana akan mendapatkan hasil usaha yang dijalankan oleh pengusaha sesuai dengan porsinya.

“TAMZIS menerapkan ekonomi syariah sebagai sistem yang mengedepankan aspek keadilan” tambahnya. “Sudah menjadi keniscayaan dalam kerjasama pola Mudharabah, ketika anggota TAMZIS mengalami kerugian akibat peristiwa yang bersifat Force  Majeur, seperti kebakaran di pasar Grabag ini, maka kerugian tersebut sebagiannya harus di-share dengan TAMZIS. Bentuknya adalah pembebasan sisa pembiayaan” jelasnya.

Camat Grabag, Bambang Dwi Purnomo, dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih kepada TAMZIS yang telah turut membantu memulihkan perekonomian di kecamatan Grabag. ”Saya juga mewakili pedagang pasar Grabag mengucapkan beribu-beribu terima kasih, karena sebagian pedagang tidak mengira kalau sisa pembiayaan dari TAMZIS akan dibebaskan. Mudah-mudahan TAMZIS juga tidak segan-segan lagi memberikan pembiayaan baru kepada para pedagang“ tambahnya.

Anik Indaryati dari Disperindagkop, mengatakan bahwa selain pembebasan sisa pembiayaan, harus ada juga pendekatan secara personal kepada anggota, seperti bersilaturahmi ke rumah anggota misalnya. Selain itu, perlu juga adanya sosialiasai kepada pedagang pasar sehingga mereka mengetahui kemudahan layanan TAMZIS.

Setelah di Magelang, Pada hari Jum’at, 12 Februari 2010, dilaksanakan pula Pembebasan sisa pembiayaan TAMZIS kepada pedagang korban kebakaran pasar Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Bertempat di Aula Kecamatan Ujungberung, Ketua Pengurus TAMZIS, H. Saat Suharto, menyerahkan langsung kepada 21 pedagang korban kebakaran dengan total pembebasan sebesar Rp30.758.000,-. Saat Suharto, didampingi Wakil Manajer Tri Supriyo Wijiyanto, Manajer Penjaminan Tri Wuryanto, serta Manajer Marketing Area Jakarta Ridwan Edi Nugroho.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung yang juga hadir dalam acara tersebut, menilai program TAMZIS tersebut sangat menolong pedagang, mereka bisa bernafas lega karena sisa pembiayaannya di TAMZIS dibebaskan atau dianggap lunas.

Selain Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, hadir pula Muspika Kecamatan Ujungberung, Kepala Dinas Pasar Ujungberung, Lurah Pasirputih Ujungberung,  serta Paguyuban Pedagang Pasar Ujungberung dan Anggota TAMZIS Cabang Bandung.

Sebelumnya TAMZIS melakukan hal yang sama pembebasan sisa pembiayaan kepada pedagang di pasar Rejowinangun Magelang dan pasar Kliwon Temanggung serta Pasar Wage di Purwokerto. Hingga sekarang, total pembebasan sisa pembiayaan kepada anggota TAMZIS mencapai Rp309 juta.

Sementara itu Manager Penjaminan TAMZIS, Tri Wuryanto mengatakan bahwa pembebasan sisa pembiayaan tidak mengurangi performa TAMZIS sebagai lembaga jasa keuangan syariah karena berasal dari dana ta’awun yang dikumpulkan selama ini dari seluruh anggota pembiayaan TAMZIS secara nasional.

TAMZIS Siap Kucurkan Modal Baru
Selain membebaskan sisa pembiayaan lama, TAMZIS juga siap memberikan modal kerja baru agar pedagang korban kebakaran dapat segera berjualan kembali. Menurut Direktur TAMZIS Budi Santoso, bahwa pengucuran modal baru dimaksudkan agar para pedagang tidak berlarut-larut menyesali musibah kebakaran yang menimpa sehingga potensi kehilangan pelanggan tidak terjadi. Di sisi yang lain, para pedagang pasar sangat dibutuhkan untuk segera berjualan kembali oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. [zbr/ir]

 
< Sebelumnya   Berikutnya >
desember 2009.jpg
Bina Siswa Cerdas Tamaddun
Sabtu 25 Juli 2009 . Bertempat di Aula MTs Maarif Kejajar, Tamaddun, sebuah lembaga social  di bawah manajemen TAMZIS menyalurkan beasiswa kepada 60 siswa dari kalangan kaum dhuafa. Acara ini merupakan periode yang ke 3. Beberapa bulan sebelumnya Tamaddun juga menyalurkan beasiswa di Wilayah Kaliwiro Wonosobo dan , Wanadadi Banjarnegara. Total siswa yang sudah mendapatkan beasiswa sebanyak 180 anak, dengan jumlah dana sekitar 20 juta rupiah. Dana ini berasal dari penghimpunan infak, sedekah dan zakat karyawan  serta dari anggota TAMZIS. Beasiswa ini tidak langsung diberikan tunai, namun dalam bentuk simpanan pendidikan. Kalau siswa mau mengambil uangnya harus membawa surat pengantar dari Kepala Sekolah.  Acara ini merupakan salah satu program Tamaddun yang bernama BINA SISWA CERDAS.

Selengkapnya...
 
© 2010 tamzis
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License.