Pembekalan Calon Karyawan TAMZIS “Tingkatkan SDI Melalui Ekonomi Syariah” PDF Cetak E-mail
ImageTAMZIS sebagai lembaga jasa keuangan syariah yang utama, terbesar dan terpercaya, selalu meningkatkan Sumber Daya Insani (SDI) secara terus menerus, terutama ekonomi syariah. Begitu juga bagi setiap calon karyawan TAMZIS yang akan terjun ke lapangan, terlebih dulu dibekali dengan pelatihan ekonomi syariah.

Pembekalan calon karyawan TAMZIS tahap III diadakan di Jogjakarta, tepatnya di Villa Mawar Kaliurang, pada tanggal 2-5 Mei 2010. Acara ini diikuti oleh 43 peserta dari beberapa cabang TAMZIS seperti Jakarta, Cimahi Bandung, Wonosobo, Bantul, Prambanan, Secang serta Magelang.

Dalam sambutan pembukaan, Bapak Erwin Saleh mewakili manajer utama TAMZIS menyampaikan bahwa pembekalan calon karyawan TAMZIS ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan Sumber Daya Insani (SDI) di TAMZIS, hampir tiga bulan sekali dilaksanakan hal serupa. “Hal ini sebagai upaya memberi bekal bagi calon karyawan agar dapat melayani anggota dengan baik di pasar, tapi yang namanya bekal atau modal bisa cukup dan bisa kurang tergantung bagaimana memanfaatkannya” tambahnya.

Dalam pembekalan ini disampaikan beberapa materi antara lain: Islam sebagai way of life, pengantar ekonomi syariah, social entrepreneurship ala muslim , pengenalan dan legalitas TAMZIS, pengenalan produk TAMZIS yang meliputi funding dan financing, administrasi BMT dan kiat-kiat “menaklukkan pasar” serta pelayanan atau service excellence anggota. Di sela-sela materi terdapat pula game-game berkaitan dengan ekonomi syariah, serta “khotbah motivasi ekonomi syariah” sebagai materi penutup.

Para pemateri sendiri merupakan pemateri ahli dibidangnya, antara lain; Ust. Didik Purwodarsono (Dai Tingkat Nasional), Bapak Hendrie Anto, SE., M.Sc (Dosen pasca sarjana UII Jogjakarta), Bapak Ir. H. Saat Suharto (Ketua Pengurus TAMZIS dan Direktur PT. Permodalan BMT), dan “Kang Khudori” (Trainner Spiritual). Sedang pemateri dari pihak TAMZIS sendiri, yaitu Bapak Budi Santoso, SE. (Manajer Utama TAMZIS), Bapak Erwin Saleh (Manajer Bisnis TAMZIS), Bapak Attabik Ali (Manajer Financing TAMZIS), Bapak Al Farid Agus (Manajer Marketing TAMZIS), Ibu Indri Astuti dan Ibu Wien Arum Dhani (Mewakili Tim Administrasi TAMZIS), Bapak Ridwan Edi Nugroho (Manajer Area Jakarta) dan Bapak Abdul Haris (Manajer Area Jogjakarta). Pembekalan tersebut dipandu oleh tim pemandu TAMZIS antara lain Bapak Maksun, Rena Bangun Luhur, Wahyudi dan Rudiyanto.

“Kami sebagai peserta merasa mendapat banyak sekali hal-hal baru selama pembekalan ekonomi syariah ini, mudah-mudahan dengan ilmu yang kami dapat selama pelatihan ini menjadi modal bermanfaat sebagai mujahid ekonomi syariah” ungkap salah seorang peserta dalam sambutan penutupan.

Bapak Edi Ryanto mewakili manajer utama TAMZIS, dalam sambutan penutupan pembekalan calon karyawan TAMZIS ini mengatakan bahwa kalau kita telah memilih Islam sebagai jalan hidup, pilihan hidup dan tata cara hidup maka seyogyanya kita tetap istiqomah dalam menjalankan semua yang diatur dalam Islam, jangan sekali-kali mengingkari. “Begitu juga, ketika teman-teman peserta telah masuk menjadi karyawan TAMZIS notabene lembaga jasa keuangan syariah, maka harus bersikap dan berperilaku mencerminkan Islam, apalagi kita ingin menjadi mujahid ekonomi syariah dalam memberi manfaat ekonomi dan menyejahterahkan umat berdasarkan Islam” tambah beliau. [zbr/ir] 
 

Comments   

 
# Rati Y-m-d H:i
assalamu'alaiku m.... kepada hrd tamzis atau yang mengelola web tamzis, sy asli wonosobo, posisi sy dijakarta, klo ada info loker di tamzis cabang jakarta, mohon diinfokan njeeh.cp. 085869203275 (ratii). sy lulusan dr perbankan syari'ah, memiliki kendaraan dan sim c, klo dibutuhkan siap ditempatkan di kantor-kantor cabang....
Reply | Reply with quote | Quote
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
Perhimpunan BMT Indonesia Membebaskan Sisa Pembiayaan Pedagang Pasar Bandongan Magelang Rp.216 Juta
Magelang - Peristiwa terbakarnya Pasar Bandongan yang bertempat di Desa Kwancen, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, pada Sabtu (14/7), sekitar pukul 20.00 telah menggoreskan nestapa bagi para pedagang yang menggantungkan mata pencaharianya di pasar itu. Apalagi musibah itu terjadi menjelang bulan Ramadhan dimana ketenangan berusaha dan ke- khusuan beribadah sangat diharapkan.

Selengkapnya...
 
oktober 2009.jpg