| Pemberdayaan itu Harus Benahi Tauhid |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Thursday, 29 July 2010 | |
Erie Sudewo Direktur Founder dan CEO Social Entrepreneurship Leader (SEL) Pemberdayaan adalah keniscayaan yang harus dilakukan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dan kurang beruntung, agar dapat hidup secara layak dan sejahtera. Pemberdayaan yang baik harus dimulai dengan membenahi tauhid secara benar. Hal ini harapannya menjadi dasar dalam membuat konsep pemberdayaan yang dilakukan oleh semua lembaga di negeri ini, baik pemerintah, LSM dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) misalnya BMT. Bagaimana seharusnya pemberdayaan yang mampu mengangkat derajat kesejahteraan umat dan karakter bangsa, berikut hasil wawancara Zubaeri At dengan Direktur Founder dan CEO Social Entrepreneurship Leader (SEL) yang juga pendiri Dompet Duafa’ (DD) Bapak Erie Sudewo di rumahnya, di wilayah Veteran Depsos Bintaro Pesanggrahan Jakarta Selatan. Bagaimana kondisi umat saat ini? Kondisi umat saat ini sulit dijelaskan, salah satu penyebabnya adalah kebijakan kita yang terlalu ribet. Memetakan masalah saja, sudah menjadi persoalan tersendiri, apalagi mencari solusi. Ahli ekonomi, yakin dengan ekonomi makronya, ahli politik yakin dengan panfdangan politiknya. Menurut saya yang lebih objektif adalah melihat fenomena alam, bisa dibuktikan, coba lihat sungai-sungai di Indonesia semakin hari air semakin keruh, adakah kehidupan desa semakin hari semakin ramai oleh pemuda terbaiknya dan adakah kicauan burung waktu kecil sering kita dengar, kini tiada lagi. Lulusan-lulusan sekolah kita, semakin hari-semakin susah mendapatkan pekerjaan. Mengapa orang-orang sekarang banyak gelap mata, dengan menjual burung-burung langka, menebang pohon lindung, Tanah-tanah desa banyak dijual dan sebagainya, salah satunya karena kemiskinan. Sekarang tanah desa banyak dikuasai orang kota, tanah tidak lagi produktif sehingga desa ditinggalkan pemuda terbaiknya, tidak lagi bisa bercocok tanam atau bertani, akhirnya, memutuskan mencari pekerjaan di kota. Karena desa tidak lagi menjanjikan. Bisa sebaliknya, karena desa ditinggalkan pemuda terbaiknya, desa tidak lagi menjanjikan. Anda dikenal sebagai tokoh pemberdayaan umat. Menurut anda Apa makna pemberdayaan sendiri? Ya sederhana saja, yakni membantu orang-orang yang tidak berdaya saja, tidak usah sulit-sulit. Apa problem yang sering Anda alami saat melakukan pemberdayan? Pertama, orang yang tidak jujur. Kedua, orang tidak disiplin. Ketiga, kemampuan masing-masing terbatas. Keempat, bahan baku banyak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan besar, seperti peternakan ayam, sekarang banyak dikuasai siapa, budidaya ikan, sekarang makanan-makanan ikan dikuasai siapa. Pasar banyak dikuasai pemain-pemain besar, seperti swalayan-swalayan yang hadir hingga ditingkat kecamatan, mereka membeli dengan harga gudang dan menjual dengan harga retail. Di perusahaan itu ada empat harga, satu, harga produksi. Kedua harga gudang. Ketiga, harga grosir. Keempat harga retail. Problem selanjutnya, adalah egoisme orang-orang kita besar sekali, sehingga susah untuk diajak pemberdayaan. Terus solusinya bagaimana? Pertama, Tumbuh-kembangkan pendidikan agama yang kuat agar tercipta mujahid-mujahid yang mempunyai keterampilan yang mumpuni dalam pemberdayaan, kalau pelaku pemberdayaan sudah baik, jujur dan tidak egois, maka orang lain menjadi saksi apa yang dilakukan oleh orang baik tersebut, sehingga orang akan membantu dan nantinya akan berkumpul orang-orang baik. Bagaimana cara membangun mental masyarakat sekarang? Kualitas pembangunan masyarakat itu terdiri dari dua hal yaitu kompetensi dan karakter. Sedang kompetensi terdiri dari kapasitas dan kapabilitas. Sedang karakter adalah sikap yang baik yang berdampak pada perilaku baik, sebaliknya tabiat itu adalah perilaku buruk seseorang. Artinya, kalau pengelola BMT baik secara perilakunya, maka yang diberdayakan pun akan menjadi baik. Oleh karenanya, pengelola BMT pertama-tama harus jujur dan bertanggung jawab. Yang terwujud dalam akhlak karimah (akhlak yang terpuji), Kedua, mempunyai sifat dan jiwa kepemimpinan. Ketiga, mempunyai visi bisnis, agar tidak bermental pegawai. Apa peran lembaga keuangan syariah sendiri, seperti BMT misalnya? Dulu saya mempunyai konsep Three Angel bagi BMT, yakni ada Maalnya, Tamwil dan sektor riil. Oleh karena itu, kita harus bisa mengembangkan sektor riil ini, kalau bank tidak bisa mengelola sektor riil secara langsung karena terbentur dengan undang-undang perbankan, sedangkan BMT berbeda, sangat terbentang luas. Makanya, seandainya sudah ada anggota yang usahanya baik, karakternya bagus dan mempunyai keinginan untuk maju, mengapa tidak kita biayai. Dapatkah pembiayaan dijadikan pintu masuk dalam pemberdayaan umat? Ekonomi syariah dengan sistem bagi hasil merupakan satu aspek pemberdayaan dari sisi bisnis, tapi bukan fokus utama lembaga keuangan syariah, artinya siapapun yang bekerja sama dengan kita, apakah satu agama atau tidak, yang penting mempunyai niat baik dalam berbisnis, mengapa kita tidak layani. Soal anggota pembiayaan yang berkumpul dan mempunyai keinginan untuk meningkatkan usahanya, terus kita sebagai LKS ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan tersebut, itu sah-sah saja. Itu kalau bisa ikut berpartisipasi, kalau tidak ya tidak ada masalah. Tapi kalau itu bisa dilakukan akan sangat bagus sekali. Artinya, mereka (anggota) jadi sholeh ya al-hamdulillah, tapi saya kira itu merupakan tantangan dari LKS kepada anggota. Karena tugas utama dari LKS adalah bagaimana pembiayaan yang kita lakukan dapat kembali dan berjalan sesuai dengan hukum bisnis yang telah kita sepakati di awal. Kalau anggota tidak mau sholat, itu bukan urusan BMT, tapi kalau anggota tidak mengembalikan pembiayaannya, baru itu jadi masalah dengan BMT. Memang, ada sebagian besar BMT berjuang mati-matian mensholehkan anggotanya. Kita juga harus mengerti bahwa BMT pada dasarnya adalah untuk memenuhi kebutuhan berdasarkan bagi hasil. Modal bagi hasil itu bisa diperoleh dari perorangan. Tentunya kita harus dapat membedakan antara Baitul Maal dan Baitut Tamwil. Baitul Maal untuk mengoptimalkan fungsi lebih kearah sosial, sementara Baitut Tamwil lebih pada keuntungan. Baitul Maal didanai dari ZIS, sedang modal Baitut Tamwil bisa dari saham perorangan. Apa yang mesti dilakukan oleh LKS atau BMT agar berhasil mencapai tujuan, yakni menyejahterakan umat? Benahi dulu karakter dasar orang Indonesia, ada tiga kunci pokok sifat baik yang harus dipunyai orang Indonesia untuk perbaikan bangsa, pertama, jujur. Kedua, disiplin dan ketiga adalah tidak egois. Kalau kita ingin memberdayakan masyarakat, jangankan sekali-kali memikirkan apa hasilnya, kerjakan saja, hasilnya serahkan kepada Allah, Rasul dan masyarakat. Jangan sekali-kali berpikir hasilnya harus begini atau begitu. Bagaimana cara kita memperbaiki dan membangun karakter bangsa? Memperbaiki karakter berarti memperbaiki akhlak, memperbaiki jiwa atau hati. Kapasitas seseorang tergantung pada pikirannya. Kapasitas dan kapabilitas merupakan sifat yang membantu seseorang meningkatkan kecerdasan dan kesuksesan. Kalau karakter itu berhubungan dengan usaha dan prilaku, makanya kesuksesan itu bukan diukur dengan materi tapi diukur dengan perilakunya, sehingga tidak salah kalau Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak. Sampai di sinilah, manusia harus mengenal dirinya. Apakah manusia sudah mengenal diri? Tidak!. Yang terkenal saat ini adalah cv-nya atau kartu namanya. Oleh karena itu, manusia harus kembali kepada fitrah yakni ruhani. Ruhani inilah yang disebut dengan nyawa. Secara lahiriyah manusia tercermin dalam nama, asal usul, lahir di mana, keturunan siapa, bentuknya seperti apa. Sedang ruhaniyah terbagi dua, yakni ruhul hayati dan ruhul amri. Ruhul hayati adalah ruh yang hidup sebagaimana makhluk hidup, seperti makan dan minum. Sedang ruhul amri adalah ruh manusia yang terdiri dari tiga sifat, pertama, akal yang berfungsi untuk berpikir. Kedua, nafsu yang mendorong manusia berkehendak. Ketiga, hati, yang berfungsi untuk merasakan . Kita tahu, jasad dibuat dari tanah, ketika mati akan musnah, berbeda dengan ruh yang tercipta dari nur. Lalu dimana karakter itu?, karakter dalam konteks ini adalah nafsu yang terkendali, namanya Nafsu Mahmuda. Yakni sifat yang baik dikelola secara terus menerus akan membentuk perilaku. Semakin terpuji perilakunya, berarti akhlaknya semakin baik. Karena nafsu tidak bisa dihilangkan. Makanya manusia dengan akal bisa membedakan antara benar dan salah, akhlak manusia untuk membedakan baik dan buruk , sedang hati sebagai cermin ketenangan dan kebahagian manusia yang terpancar diwajahnya, teguh ataukah sedih dan sebagainya. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan dalam pemberdayaan di daerah-daerah? Yang pertama, adalah mengubah pandangan berdasarkan aqidah. Kedua, memperbaiki karakter individu-individu orang yang akan terlibat dalam pemberdayaan. Ketiga, tergantung situasi dan kondisi individu, misalnya dia mempunyai keterampilan apa yang bisa dikembangkan. Rasulullah pun mendidik individu tentang dua tujuan, individu sebagai hamba, ya harus sholat, zakat, haji dan seterusnya. Kedua, mendidik individu sebagai khalifah, yakni membangun dunia sesuai dengan kemampuan dan apa yang dimilikinya. [] |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Pembebasan Sisa Pembiayaan Korban Kebakaran Pasar di Magelang dan Bandung |
|
Magelang, 16 Januari 2010, KJKS Baituttamwil TAMZIS memberikan santunan Pembebasan Sisa Pembiayaan kepada pedagang korban kebakaran pasar Grabag bertempat di Aula Kecamatan Grabag Magelang, yang diberikan langsung oleh General Manager TAMZIS Budi Santoso, didampingi Wakil Direktur Tri Supriyo Wijiyanto dan Manajer Penjaminan TAMZIS Tri Wuryanto. Sejumlah 18 pedagang korban kebakaran mendapatkan pembebasan sisa pembiayaan dengan jumlah total sebesar Rp19.000.000,-. |
|
| Selengkapnya... |






Erie Sudewo 