| Perkembangan Umat Ekonomi Syariah di Tahun 2010 |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Monday, 28 December 2009 | |
Wawancara dengan Drs. Agustianto, M.A., Sekjen Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Islam sebagai Rahmatan lil Alamin semakin hari menunjukkan wajah berseri, dengan adanya ekonomi syariah lebih menguntungkan, halal dan barokah. Dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat pun mulai sadar akan nilai penting syariah untuk segera diterapkan.
Munculnya bank-bank atau BPR syariah adalah respon terhadap betapa banyaknya masyarakat menggunakan jasa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Lalu, apa yang disebut masyarakat ekonomi syariah? Berikut wawancara Zubair AT dengan Bapak Drs. Agustianto, MA., Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di klinik Syariah Bank Muamalah Jakarta Pusat. Bicara tentang ekonomi syariah, tidak lepas dengan masyarakat Islam Indonesia pada umumnya. Sebelum lebih lanjut membahas masyarakat Ekonomi syariah, sebaiknya kita tahu pengertian terlebih dahulu. Menurut Bapak siapa yang disebut dengan masyarakat ekonomi syariah itu? Masyarakat ekonomi syariah itu adalah para pegiat atau pelaku ekonomi syariah, baik sebagai nasabah, pengelola keuangan, ulama dan akademisi yang masuk dalam ruang lingkup aktifitas ekonomi syariah. Berarti semua orang Islam sebenarnya adalah masyarakat ekonomi syariah Pak? Belum tentu, kalau mereka senantiasa menjalankan nilai-nilai syariah, sebenarnya ia telah menjadi ekonomi syariah, sebaliknya ketika mereka tidak patuh pada syariah, mesti orang Islam, maka bukan termasuk dalam masyarakat ekonomi syariah, mungkin ia adalah penganut ekonomi kapitalis. Tapi kita harus tetap melakukan dakwah kepada mereka agar kembali kepada syariah. Memang, mengapa masyarakat harus memilih Bank syariah? Banyak masyarakat dapat dikelompokkan sebagai masyarakat ekonommi syariah, mesti tidak mempunyai atribut syariah. Seperti pengusaha sepatu, Garmen yang jual beli dengan sistem Halal. Maka ia bisa disebut dengan masyarakat ekonomi syariah. Mesti mereka tidak menyadari. Karena seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan secara halal, maka secara otomatis disebut ekonomi syariah. Sebagaimana hadis Nabi yang mengatakan ”Ainama tujaru bil maslahah huwa syariah (dimana ada aktifitas ekonomi yang memberi maslahah itu syariah)”, jadi kegiatan ekonomi yang mengandung kemaslahatan bagi keluarga, masyarakat dan negara itu syariah, itulah masyarakat ekonomi syariah” jelasnya. Apakah semua orang yang melakukan aktivitas ekonomi dan tidak bertentangan dengan syariah itu disebut dengan masyarakat ekonomi syariah, apakah itu bukan klaim? Itu bukan klaim, karena syariah itu tidak mesti ada atributnya. Karena segala sesuatu yang tidak bertentangan dengan hukum Allah, itu disebut dengan syariah. Hal tersebut merupakan hukum yang diberikan Allah kepada manusia. Kita tahu definisi syariah itu sendiri adalah hukum-hukum yang diberikan Allah kepada Nabi dan Rasul yang diajarkan kepada manusia. Lalu, bagaimana perkembangan masyarakat ekonomi syariah secara umum? Dalam perkembangan ekonomi syariah, masyarakat saat ini mulai sadar untuk memadukan antara pengetahuan dan praktek. Karena ada sebagian orang paham ekonomi syariah tapi belum mengerti bagaimana mengaplikasikan dan sebaliknya. Terbukti, banyaknya perguruan-perguruan tinggi yang membuka program ekonomi syariah. Misalnya UI membuka Manajemen Ekonomi Syariah, Universitas Trisaksi membuka Akuntansi Syariah dan UIN membuka Muamalah. Selain itu, berjamurnya lembaga-lembaga pendidikan non formal ekonomi syariah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sendiri misalnya. Menurut pengamatan Bapak, bagaimana pertumbuhan ekonomi syariah sampai saat ini? Dari sisi pertumbuhan dan pekembangannya cukup fantastik, fantastik artinya secara angkanya 25% sampai 100% tapi secara rata-ratanya antara 35%-45% pertahun. Kira-kira yang membuat pertumbuhan yang signifikan itu apa pak? Yang signifikan pertumbuhannya itu adalah dunia perbankan. Selain itu, literatur –literatur tentang perbankkan syariah banyak terbit. Asuransi syariah seperti Takaful pun berkembang. BMT-BMT terus bermunculan dan tumbuhnya sangat pesat. TAMZIS sendiri yang mempunyai fokus garapan pada masyarakat kecil, khususnya pedagang pasar, kira-kira apa yang harus dilakukan untuk mendorong masyarakat paham atau minimal mau melakukan prinsip-prinsip syariah itu sendiri Pak? Upaya yang harus dilakukan adalah sosialisasi ekonomi syariah kepada masyarakat, lembaga-lembaga masyarakat dan bisa juga lewat pengajian. Melihat banyaknya pengangguran, kita juga harus bisa menumbuhkan jiwa entrepeneur melalui dakwah-dakwah pendidikan informal sehingga dapat membantu berwirausaha. Sebagaimana sabda Rasul ”Sebaik-baiknya usaha adalah berdagang”, kalau dagang telah umat Islam kuasai, peradaban akan lebih mudah kita rebut, berbeda dengan ekonomi saat ini, yang masih dikuasai kaum kapitalis. ”Seandainya umat Islam mempunyai basis perdagangan yang kuat, maka umat Islam akan cepat bangkit” jelasnya. Akhir-akhir ini ada fenomena Bank-bank konvensional atau BPR membuka unit syariah, kira-kira menurut Bapak apa sebabnya? Banyak faktor yang mendorong, mengapa mereka membuka unit syariah. Faktor Pertama adalah bisnis, bukan syariah. Apalagi pemerintah mendorong dalam pembentukan unit syariah baik bank maupun BPR dengan mempermudah mengeluarkan izin. Kedua, dari segi konsep, syariah memiliki resiko lebih kecil, ”Masak syariah menipu dan bohong kan tidak” ujarnya. Apalagi ekonomi syariah mempunyai keuntungan lebih besar. Lalu, menurut bapak mengapa pemerintah memberi izin kepada mereka, kalau maksud tujuan mereka bisnis bukan syariah itu sendiri? Pemerintah cukup paham, bahwa Bank-bank atau BPR syariah mempunyai daya tarik pada investor, selain itu secara bisnis dapat membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya hal tersebut, akan ada investasi masuk, baik dari luar negeri seperti Singapura dan Inggris misalnya. ”Apakah sesuai dengan nilai-nilai syariah atau tidak itu soal lain, yang penting pertumbuhan ekonomi meningkat” komentarnya. Padahal kita tahu, kalau ekonomi syariah bertujuan untuk meciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat, mengapa pemerintah tidak mendorong ke arah tersebut Pak? Memang benar, ekonomi syariah tumbuh dan bertumpu pada sektor rill serta ingin menciptakan distribusi yang adil. Karena sudah pasti, bahwa gerakan ekonomi syariah untuk menegakkan kesejahteraan masyarakat, kesejahteraan masyarakat akan mengangkat negara. Oleh karena itu, hanya dengan dakwah ekonomi syariah, ekonomi negara akan berkembang secara benar. Tidak hanya itu, masyarakat harus menghargai ulama agar terjadi keseimbangan. Kesalahan masyarakat selama ini adalah mengabaikan ulama. Tentunya, para ulamapun harus dibekali dengan pengetahuan-pengetahuan tentang ekonomi syariah secara menyeluruh, mulai dari pengetahuan tentang lembaga perbankkan, managemen, akutansi dan ekonomi mikro dengan pemahaman rasional, iman serta dalil-dalil Al-Qur’an dan Hadis, Insya Allah ekonomi syariah akan terwujud. Tugas inilah yang harus kita dakwahkan kepada pemerintah, agar pemerintah cukup paham dan sadar akan pentingnya ekonomi syariah yang harus diwujudkan di Indonesia dengan sistem syariah secara kaffah. Kita faham, bahwa ada dua pilar pokok pembentukan masyarakat tamaddun itu sendiri sebagaimana yang disampaikan oleh Ibnu Khuldun yakni ulama dan pemerintah. Kedua pilar ini harus saling melengkapi, pemerintah membuat kebijakan-kebijakan berkaitan dengan perlindungan kesejahteraan masyarakat, sedang ulama membuat fatwa-fatwa berkaitan pemahaman agamanya, ”bukan saling bertentangan” tambahnya. Sebagaimana yang Bapak katakan bahwa di tahun 2009 pertumbuhan ekonomi syariah tumbuh antara 35% - 45%, lalu bagaimana pertumbuhan di tahun 2010 nanti Pak? Sebenarnya hampir-hampir mirip, tidak ada ledakan yang spektakuler dibidang pertumbuhan, mungkin hadirnya bank-bank asing akan dapat mendongkrak, tapi sedikit. Kira-kira tetap berkisar 35-45% juga. Bagaimana mendorong pemerintah agar mendukung masyarakat ekonomi syariah? Pertama, bisa dilakukan dengan dakwah-dakwah persuasif (dengan lemah lembut) melalui majlis ta’lim, majlis zikir tentang ekonomi syariah. Kedua, bisa juga dengan memberi usulan-usulan para pakar kepada DPR. Ketiga, diadakan forum-forum ilmiah antara pakar-pakar ekonomi dunia dengan pemerintah. Selain itu, harus ada pendidikan yang mengajarkan ekonomi syariah, begitu juga dengan partai-partai Islam harus mempunyai pemahaman ekonomi syariah dan memperjuangkannya. Tapi Ekonomi global, yang notabene mempunyai modal besar dapat semerta-merta mengatur pemerintah atau perbankan, apa yang kita lakukan untuk menangkal sikap ekonomi global? Banyak cara yang bisa kita lakukan sebenarnya, seperti menerapkan prinsip-prinsip syariah itu, sehingga kita diminati oleh masyarakat. ”Tantangan itu pasti tetap ada, tapi kalau kita menjunjung sikap Rahmatan lil alamin dan semangat untuk mengembangkan ekonomi syariah, saya kira mereka akan gentar” tegasnya. Terakhir, menurut Bapak apa ukuran agar ekonomi syariah tetap survive dan bersaing dengan ekonomi global? Ukuran survive dalam pertumbuhan ekonomi syariah adalah tumbuh secara konstan, sejak kelahirannya dalam skala internasional tumbuh antara 20%-25%, sedangkan dalam negeri sendiri antara 35%-45%. Dari segi sistem, ekonomi syariah lebih menguntungkan sehingga ke depan akan lebih banyak lagi peminatnya. [zbr] |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| Semarak Pujasera (Pusat Jajanan Selama Ramadhan) |
|
Wonosobo. Setiap Sore sepanjang jalan Veteran kampung Sudagaran Wonosobo selalu ramai. Jalanan penuh sesak baik oleh pejalan kaki maupun para pengendara sepeda motor dan mobil. Sejak Ramadhan Pertama, jalan Veteran digunakan kegiatan oleh TAMADDUN (TAMZIS Social Responsibility) yang dikemas dalam PUJASERA (Pusat Jajanan Selama Ramadhan) |
|
| Selengkapnya... |






Wawancara dengan Drs. Agustianto, M.A., 