| Outlook Sektor Mikro 2010 |
|
|
|
| Ditulis Oleh Administrator | |
| Monday, 28 December 2009 | |
Wawancara dengan Ir.H. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P.,(Direktur Karim Bussines Consulting dan Pakar Ekonomi Syariah) Kondisi perkembangan perekonomian Indonesia beberapa bulan terakhir, setelah pemilu 2009 menunjukkan optimisme yang besar. Hal tersebut, didukung dengan terbentuknya formasi Kabinet II Presiden Susilo BambangYudhoyono dan Boediono yang terdiri dari kaum profesional.
Menteri perekonomian Hatta Rajasa, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ditahun depan mematok 7 %. Tentunya dengan beberapa pertimbangan, secara politik, keamanan dan birokrasi pemerintahan menunjukkan stabilitas yang semakin cerah. Berkaitan dengan ekonomi syariah, terlihat pertumbuhan yang bagus dengan adanya bank-bank umum membuka unit syarih, ditambah lagi dengan kesadaran masyarakat akan bank syariah yang tinggi. Secara mikro terutama pasar, banyak dilayani oleh Koperasi Jasa keuangan Syariah seperti BMT. Apakah hal ini akan menjadi berita gembira di tahun 2010? Berikut wawancara Zubair AT dengan Adiwarman Karim Direktur Karim Consulting via telpon. Menurut Bapak sebagai ekonom, apa yang seharusnya dilakukan untuk meningkatkan ekonomi Indonesia ke depan? Sebenarnya, bangsa Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam sangat besar yang tidak dimiliki negara lain, seandainya dapat dikelola dengan bagus dan benar akan menjadikan modal ekonomi yang kuat, ini pertama. Kedua, ketika terjadi krisis global beberapa tahun lalu, bangsa ini terpuruk, makanya harus ada upaya memperbaiki sistem yang mampu menutupi kelemahan dengan kelebihan yang ada yang bertumpu pada sektor riil. Pada krisis tersebut, ekonomi kapital dan ekonomi sosialis masuk untuk memberi solusi alternatif, tapi buktinya tidak berhasil. Munculnya ekonomi syariah merupakan alternatif yang mampu menjawab kebingungan ekonomi yang selama ini ada, terutama nilai-nilai yang bertumpu pada agama. Kita tahu, ekonomi global menghendaki adanya pasar bebas, sehingga mereka dengan leluasa menguasai pasar. Kalau begitu ekonomi mikro akan mati. Bagaimana tahun 2010 apakah seperti itu juga? Dalam sejarah peradaban manusia, tidak ada cerita ekonomi kapitalis itu mati. ”Itu dari sononya” tegasnya dengan logat betawi. Mereka selalu melakukan penyesuaian dengan perkembangan kondisi yang ada. Hingga di zaman Rasulullah pun membenarkan transaksi yang benar, meski itu tidak datang dari Islam. Kapitalisme mampu menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat, walaupun tetap saja ada beberapa yang tidak sesuai. Sistem ekonomi syariah sebagaimana dalam kampanye para kandidat presiden berjanji akan mendorong pertumbuhannya, bagaimana mewujudkan hal tersebut di masa mendatang? Ekonomi syariah harus memberi inspirasi, bagaimana ekonomi yang baik, yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an sehingga sosialisme maupun kapitalisme melihat sendiri kalau ekonomi syariah itu mempunyai kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh mereka. Nanti, baik langsung maupun tidak langsung mereka akan mengadopsi nilai-nilai syariah yang ada dalam kita. Tidak ada masalah, mereka mengubah diri menjadi bank syariah misalnya ataupun tidak, yang penting mereka telah mengikuti dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Apa indikator yang harus dipenuhi agar pertumbuhan dan perkembangan ekonomi berorientasi pada pedagang kecil dan ekonomi syariah? Pertumbuhan tersebut dapat dilihat dari kenyataan di luar negeri yang banyak mengeluarkan program-program ekonomi syariah bahkan mencapai 35 %. Di Indonesia sendiri, banyak bank-bank umum yang membuka unit syariah, artinya mereka sudah melihat bukti bahwa ekonomi syariah secara bisnis banyak menguntungkan. Apalagi pertumbuhan ekonomi syariah sendiri bertumpu pada rakyat kecil dan sektor riil. Hal ini dapat dilihat kenyataan di Indonesia ada tiga hal, Pertama, jumlah nasabah ekonomi syariah secara umum simpanan/ pembiayaan masih di bawah satu juta, artinya nasabah ekonomi syariah adalah rakyat kecil. Kedua, berjamurnya BMT-BMT diseluruh pelosok negeri yang melayani rakyat kecil, dan Ketiga, banyaknya perguruan tinggi yang membuka program ekonomi syariah di seluruh Indonesia. Tidak hanya di Jakarta saja atau kota-kota besar tertentu saja tapi merata. Ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sedangkan indikasi pertumbuhan ekonomi syariah dapat dilihat dari dua hal, Pertama, secara finansial. Bank-bank syariah ditahun 2009 tumbuh sampai 100 %. Hal ini merupakan pertumbuhan yang fantastik, di negeri manapun tidak ada pertumbuhan sampai 100 %, “Malaysia saja tidak sampai segitu”ujarnya. Indikasi Kedua, saya kira lebih penting dari yang pertama yakni bangkitnya kesadaran masyarakat akan ekonomi syariah. Sekarang orang makanpun melihat ada label halal atau tidak, masyarakat mau menabung memilih bank syariah. ”Hal ini saya kira tidak bisa diukur dengan ukuran apapun” tambahnya. Apa yang menjadi isu pokok dalam perkembangan ekonomi syariah di tahun 2010? Saya sebagai pengamat, isu pokok ekonomi syariah di tahun 2010 masih sama dengan tahun sebelumnya yakni boomingnya bank-bank umum maupun BPR membuka unit-unit syariah. Kalau melihat perkembangan eknomi syariah mulai dari awal, sebagaimana Rasulullah SAW., mengajarkan kepada orang tua kepada anak melalui empat tahapan, dan setiap tahapan perlu tujuh tahun, mulai dari mengajarkan dengan permainan, kemudian mengajarkan nilai-nilai syariah, menjadikan teman dan terakhir mengajarkan kemandirian kepada anaknya. Begitu juga dalam mengembangkan ekonomi syariah kita harus mengikuti apa yang diajarkan Rasul, di tahun 1992 sebagai titik awal yang hanya “bermain” dalam arti yang penting sistem syariah dulu disuarakan, seperti bunga bank haram. Mesti secara institusi dan peraturan pemerintah belum ada. Tujuh tahun kemudian, tahun 1999, mengajarkan sistem dengan menegakkan kepatuhan kepada syariah. Tepat pada tahun 2000 Dewan Syariah Nasional berdiri yang mengeluarkan fatwa-fatwa yang berkaitan dengan ekonomi syariah. Tahun 2006, bersiap-siap menjadi ”teman baik’ dengan bank-bank umum, kita tidak boleh bermusuhan dengan bank-bank umum, karena mereka mempunyai modal yang besar, dan sistem yang telah lama berlaku, sehingga ekonomi syariah harus menunjukkan diri bahwa ”Kita memakai prinsip syariah, kamu ikut boleh gak ikut juga gak apa-apa” jelasnya. Artinya kita para pejuang ekonomi syariah harus realistis dalam merespon kenyataan yang ada, dan dengan begitu kita bisa mewarnai bank-bank umum dengan nilai-nilai syariah, biarkan mereka membaca sendiri, bahkan kalau kita bisa kerjasama dalam hal modal, coba kalau kita musuhan, habislah kita, tambahnya. Tujuh tahun terakhir, tahun 2013, kita harus bisa mandiri dengan cara membuat kebijakan sendiri, contohnya membuat kebijakan tentang Mudharabah misalnya, tentang Sukuk dan betul-betul mendirikan institusi syariah murni serta rakyat kecil tetap menjadi garapan utama. Faktor-faktor apa yang menyebabkan Bank/BPR banyak buka unit syariah dan mengelola sektor mikro, kira-kira apa motivasinya, apakah motivasi syariah atau apa? Menurut saya, ”alasan mereka dua hal, Pertama bisnis, karena secara ekonomi, ekonomi syariah adalah peluang bisnis baru, dan Kedua, mereka ikut mengelola sektor mikro karena dipandang sebagai pangsa pasar yang perlu digarap dan mempunyai potensi besar. Sedangkan syariah itu sebenarnya adalah soal niat saja, kita tidak tahu dan secara dhohir (kenyataannya) mereka membikin bank syariah, itu sah-sah saja”, jelasnya. ”Kita juga harus bergembira, dari perspektif syariah, bank-bank umum yang membuka unit syariah telah mengikuti nilai-nilai Islam, minimal tidak ada praktek-praktek Ribawi”, tambahnya. Coba bayangkan, kalau bank syariah, BPR dan BMT bermusuhan dengan bank-bank umum, maka celaka karena bank-bank tersebut mempunyai modal besar dan kebijakannya sangat berpengaruh pada stsbilitas ekonomi. Ambil contoh saja TAMZIS yang selama ini mengelola sektor mikro dan menjadi mitra bank-bank umum, yang terjadi akan menjadi lain, karena bank-bank umum tersebut butuh mitra untuk masuk ke bawah. Apalagi TAMZIS mempunyai ”komunitas” pedagang pasar. Paling tidak ada tiga keuntungan bagi TAMZIS ketika kita bermitra dengan bank-bank umum, Pertama, TAMZIS milik orang lokal, sehingga bisa berbagi keuntungan. artinya BMT atau TAMZIS menjadi penyaluran dana dari bank tersebut untuk pembiayaan kepada pedagang pasar. Kedua, BMT-BMT juga bisa kerja sama online sehingga anggota dengan mudah mendapat pelayanan ATM misalnya. Ketiga, nasabah BMT tidak dihadapkan lagi dengan dua pilihan antara Bank dan BMT. Dan BMT juga dapat menggunakan fasilitas Bank. Banyak pengamat atau ekonom memprediksikan bahwa pertumbuhan ekonomi 2010 berkisar antara 4,5 % sampai 7 %. Bagaimana mengetahui pertumbuhan tersebut? Dilihat dari faktor apa saja? Untuk pertumbuhan ekonomi 2010, seandainya kita tidak ngapa-ngapain saja, tidak ada ekspor-impor, tidak ada kasus-kasus ekonomi seperti Century misalnya, maka pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat 4 %” tegasnya. Tapi bisa terjadi kalau perubahan yang tidak terduga, bisa sampai 7%. tetapi kalau ada aktifitas ekspor impor, investasi dan juga kondisi perekonomian Amerika Serikat stabil yang berpengaruh pada Dolar sehingga Dolar tidak di ”gelontorkan” (dijual) maka kondisi perekonomian Indonesia bisa naik berkisar 5%. Berbeda lagi, ketika kondisi keuangan Amerika tidak stabil dan dolar menurun, sedang rupiah menguat, maka barang impor masuk ke Indonesia dengan harga dolar akan murah, industri mikro dalam negeri tidak jalan atau tidak laku dan konsumsi meningkat, bisa dipastikan perekonomian Indonesia tidak mengalami peningkatan secara ekonomi. Kembali ke mikro, kira-kira menurut bapak, bank-bank atau BPR tertarik mengambil sektor mikro dengan alasan membantu perkembangan sektor mikro atau bagaimana? Dalam sektor mikro, terutama pasar mempunyai pesaing tangguh seperti Hypermarket yang berkembang di mana-mana, maka kalau dibiarkan pasar akan mati dengan adanya hypermarket tersebut. Oleh karena itu, pemerintah harus mencari pola kerjasama antara hypermarket dan pasar itu sendiri. Misalnya dengan menerbitkan kebijakan tentang pendirian yang berkaitan dengan jarak dan jam pelayanan. Untuk tahun 2010, harus dicari satu formula kerjasama antara pasar dan hypermarket, apakah sebagai pemasok barang yang dijual di hypermarket itu dari pasar dan berbagi keuntungan atau bisa juga hypermarket menyediakan tempat untuk pedagang kecil. Khusus untuk pasar, bagaimana agar 2010 menjadi masa kebangkitan. Karena pasar merupakan basis ekonomi masyarakat bawah dalam mengembangkan kesejahteraan secara ekonomi. Apa kira-kira program yang harus kita lakukan bersama? Adapun program-program yang bisa dilakukan BMT atau TAMZIS tetap meningkatkan pembiayaan yang mudah dan cepat kepada anggota. Selain itu, yang harus dilakukan BMT adalah mendorong cara berdagang pedagang pasar sesuai dengan syariah. Artinya dalam berdagang tidak mengurangi timbangan, berkata jujur, memberi tahu mana barang yang bagus dan tidak dan sebagainya. Pedagang juga diajak study banding terhadap pasar-pasar yang lebih bagus seperti Jepang atau Australi yang lebih dekat, kalau tidak ke pasar modern Bumi Sepong Damai Jakarta juga gak apa-apa. Jadi, kalau pedagang mempunyai wawasan luas tentang kebersihan, kerapian dan pemahaman nilai-nilai syariah yang kuat, yang diuntungkan BMT itu sendiri. Terakhir, menurut pendapat saya ”harus ada perlindungan bagi pedagang ketika sakit atau menyediakan biaya untuk pengobatan gratis, semacam asuransi syariah untuk sektor mikro” jelasnya. Kita tahu, bagaimana sikap pedagang kalau dibantu, rasa ingin berterima kasih mereka sangat tinggi, karena rata-rata pedagang pasar berdagang untuk kebutuhan sehari saja dan untuk kebutuhan besok mereka akan mencari lagi, maka ketika ada jaminan saat sakit, merupakan bantuan yang tak terkira. Terakhir, ada pesan lagi yang ingin disampaikan bapak? ”Lanjutkan perjuangan......” tegasnya dengan suara lantang. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
| TAMZIS Peduli “Pasar sehat bebas flu burung” |
|
Jogjakarta, Pertengahan April 2010 lalu, bertempat di pasar Bringharjo dan pasar Gamping Jogjakarta, berlangsung aksi bersama penanggulangan flu burung. Kegiatan ini diprakarsai oleh TPFB (Tim Penangulangan Flu Burung) Muhammadiyah Jogjakarta yang mengangkat tema “Pasar Sehat Bebas Flu Burung”. |
|
| Selengkapnya... |






Wawancara dengan Ir.H. Adiwarman Azwar Karim, S.E., M.B.A., M.A.E.P.,