|
Meyakinkan Umat, Berdagang Itu Syariah |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 24 August 2009 |
 Pasar tradisional bagi masyarakat merupakan tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mulai dari belanja beras, sayur-mayur sampai lauk-pauk. Kenyataan ini menjadi berubah, ketika zaman berubah begitu cepat dengan segala format dan budaya yang dikembangkan dengan campur tangan teknologi, terutama telekomunikasi salah satunya Hand Phone (HP). Dapatkah masyarakat, khususnya masyarakat Jawa mengejar tuntunan zaman dengan segala kekurangan pemahaman akan zamannya. Bagaimana bentuk kebudayaan yang dapat kita lakukan bersama untuk mempertahankan dan mengembangkan pasar tradisional di era globalisasi, format serta strategi untuk mewujudkan hal tersebut. Berikut petikan wawancara Zubaeri At dari Tamaddun dengan Ahmad Tohari yang ditemui dirumahnya, budayawan dan novelis Banyumas, salah satu novel terkenal dan telah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa yakni ”Ronggeng dukuh paruk” dan sekarang tinggal di Desa Wangon, Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Menyongsong Era Ekonomi Syariah Melalui Pendidikan Sumber Daya Insani |
|
Ditulis Oleh Administrator
|
|
Monday, 08 June 2009 |
 Wawancara dengan H. Masyhudi Muqorobin, M.Ec., Ph.D., Akt. Pasca krisis ekonomi tahun 1997, muncul kesadaran bahwa bangsa Indonesia membutuhkan keberadaan dunia usaha yang ditopang oleh ekonomi, keuangan dan perbankan, yang beroperasi berdasarkan ketentuan syariah. Bukti menunjukkan dunia usaha dan lembaga keuangan syariah paling tegar dan hanya sedikit terkena dampak krisis. Kesadaran ini ditintaklanjuti baik oleh pemerintah maupun oleh pelaku dunia usaha utamanya di sektor keuangan. Bank-bank, Asuransi dan lembaga-lembaga keuangan lain membentuk unit pelayanan syariah. Bahkan bank-bank dan asuransi asing yang beroperasi di Indonesia lebih awal melaksanakannya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 13 - 18 dari 21 |