TAMZIS Terima Kunjungan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Demak

    Dibaca 90 kali


TAMZIS Terima Kunjungan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Demak

Wonosobo. Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kabupaten Demak melakukan kunjungan lapangan ke TAMZIS. Acara berlangsung di gedung TAMZIS Pusat, Jalan S. Parman 46 Wonosobo (28/11).

TAMZIS sendiri ditunjuk oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM Kabupaten Wonosobo sebagai salah satu KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah) yang dikunjungi. Kegiatan ini dalam rangka studi mengenai manajemen keuangan dan laporan keuangan bagi para pelaku koperasi.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB ini, diikuti oleh 35 orang peserta dari beberapa koperasi baik konvensional maupun syariah dan didampingi 5 orang dari dinas.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Wonosobo yaitu Christiana Triana menyampaikan, bahwa TAMZIS merupakan koperasi syariah terbaik dan terbesar di Wonosobo badan hukumnya sudah tingkat nasional. “Nanti untuk pemaparan dari pihak TAMZIS, kami hanya bisa mengantarkan, kami berharap bapak-ibu bisa mengambil pelajaran dan kedepannya bisa diterapkan di koperasi bapak-ibu sekalian” ujarnya.

Selanjutnya, Budiono, mewakili Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Demak, mengucapkan terimakasih kepada TAMZIS sekaligus berharap semoga kunjungan ini membawa banyak manfaat bagi para peserta. “Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bintek Koperasi, untuk kunjungan lapangan kami sengaja agendakan ke Wonosobo terutama ke TAMZIS yang sudah menasional. Harapannya memang, teman-teman peserta biar termotivasi dan mencontoh TAMZIS” kata Budiono.

Sementara dari pihak TAMZIS, diwakili oleh Rena Bangun Luhur (Manajer KPO TAMZIS) dan Rizky Maulidi. Menurut Rena, bahwa untuk menilai koperasi sehat itu jangan hanya dilihat gedungnya, asetnya, laba ruginya atau banyaknya karyawannya dan sebagainya. Karena hal itu bukanlah jaminan. “Ibarat orang, kelihatannya si sehat-sehat semua, tapi kenyataannya sehat atau tidak jika sudah dilakukan cek kesehatan atau sudah masuk laboratorium” ujar Rena.

“Oleh karena itu, bagi koperasi, menjadi penting kemudian dilakukan penilaian kesehatan oleh kementerian. Agar bisa diketahui koperasi kita itu termasuk yang sehat apa tidak, begitu juga dengan koperasi bapak-ibu sekalian” kata Rena.

Forum menjadi lebih menarik dengan pertanyaan-pertanyaan dari peserta. Hal ini sebagai wujud untuk saling belajar antar satu dengan lainnya. Semoga kunjungan lapangan ini memberikan manfaat bagi teman-teman Koperasi syariah maupun konvensional Demak begitu juga bagi TAMZIS Bina Utama. [ln]

Tags

Artikel Terkait

AirAsia dan PBMT Indonesia Dukung Pengembangan Komunitas Produktif di Indonesia
    tmz
  • December 19, 2016

Jakarta. AirAsia dan Perhimpunan BMT (PBMT) Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama guna mendukung pengembangan k ...

Pembinaan Peserta Beta Kedu Temanggung
    tmz
  • December 03, 2018

TEMANGGUNG- Pembinaan rutin bagi peserta BETA (beasiswa ustad/ustadzah) yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian Qur ...

Launching Ekosistem Digital UMi
    tmz
  • December 13, 2018

Yogyakarta. Kementerian Keuangan berusaha untuk mendorong penyaluran kredit Ultra Mikro (UMi) kepada semua masyarakat de ...

BMT Lampung Studi Banding ke TAMZIS
    tmz
  • March 14, 2017

Wonosobo. Bagi Insan BMT, terus meningkatkan kapasitas, kemampuan dan pengetahuan adalah satu anjuran yang terus diupaya ...

Al-Qalam Institute Philiphina Study Micro Finance Ke TAMZIS
    tmz
  • December 19, 2016

Wonosobo. Segarnya udara pegunungan Wonosobo begitu terasa. Apalagi bagi orang luar Wonosobo. Tanggal 02-05 Mei 2015 kem ...