TAMZIS Reborn, Menghadapi Era Disruptif

    Dibaca 258 kali


Oleh: Ir. H. Saat Suharto Amjad

 

Menghadapi Era Disruptif

Disruptif itu artinya diganggu, kalau misalnya kita cukup kuat hanya merupakan gangguan, tapi kalau tidak cukup kuat maka menjadi ancaman. Kata-kata disruptif itu sendiri mengandung optimisme bahwa itu hanya sekedar gangguan, tergantung kita responnya seperti apa. Kalau responnya bagus ya kita bisa maju menjadi lebih besar lagi, kalau responnya kita telat, telmi, maka bahaya, kita tersisih dan akan musnah.

Jadi disruptif itu gangguan, yang diganggu bukan hanya kita, semuanya diganggu, yang mapan-mapan diganggu, bahkan Negara diganggu. Negara saja diganggu sekarang, kalo Negara tidak siap, Negara bisa runtuh, karena gangguan ini. Gangguan itu sudah dari dulu, dulu jaman pedang besi datanglah era titanium, kalau pedangnya besi biasa saja langsung patah, nah pedangnya Islam waktu itu sudah ada titanium didalamnya, zulfikar itu sudah ada titanium didalamnya, sehingga memang paling excellent diantara yang lain-lain dia memiliki kandungan logam yang lebih tinggi sehingga ketika beradu menang. Sebelum ada era panah, kita sudah ada era panah dan seterusnya maka berubah itu menjadi kunci kemenangan.

Maka respon dalam era disruptif itu tergantung responnya kita, mau apa tidak berubah? Kalau kita mau berubah insyaAllah kita survival bahkan bisa menjadi titik tolak untuk berkembang. Nah, lalu langkah proaktif TAMZIS apa? Perlu diingat sebagai langkah antisipatif TAMZIS dulu tahun 2014 an menyatakan harus ada perubahan. Ketika Business Plan di Malang, malah ada kata-kata samurai, kalau kita tidak berubah maka akan mati, the death of samurai waktu itu, kita sudah siapkan itu. Alhamdulillah IT juga sudah menyiapkan, insan TAMZIS juga mulai berubah dengan sangat cepat,  saya sangat apresiasi perubahan ke arah yang lebih baik dari TAMZIS.

 

TAMZIS Reborn

TAMZIS sekarang memiliki visi dan misi yang baru. Disebut sebagai KSPPS (Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah) TAMZIS Bina Utama. Visinya Menjadi koperasi utama dan terpercaya untuk kesejahteraan anggota. Itu artinya cukup jelas, sehingga kita sekali melihat, kita langsung bisa menghafal dengan tepat.

Tag line TAMZIS tetap sama, happy life happy syariah karena ini memang kuat. Sekarang misi, misi yang pertama membina keutamaan akhlak, akhlak yang utama ini artinya, TAMZIS mempercayai bahwa untuk mewujudkan visi menjadi koperasi utama dan terpercaya untuk kesejahteraan anggota itu, kita yakin sepenuhnya bahwa hal itu baru akan tercapai jika ada pribadi-pribadi yang memiliki karakter-karakter yang utama.

Karakter itu bahasa agamanya akhlak. Jadi TAMZIS itu kekuatannya ada di insannya, bukan di gedungnya TAMZIS, bukan di IT nya TAMZIS, bukan diuangnya, tapi ada di insan TAMZIS semua, itulah kekuatan utama TAMZIS, karena dengan adanya insan TAMZIS, IT bisa kita perbaiki, IT bisa kita tingkatkan, gedung bisa kita tingkatkan, bisa kita buat dimana saja.

TAMZIS memulainya dari kita semua sebagai insan TAMZIS. Kita percaya bahwa akhlak utama itulah yang penting, bukan yang lain. Karena kita menekankan membina keutamaan akhlak itulah, mengapa nama kita TAMZIS Bina Utama.

Yang kedua, menggembirakan dan memudahkan anggota mengembangkan kegiatan ekonomi produktifnya. Kata-katanya juga menggembirakan karena happy life happy syariah. Ekonomi produktif disini adalah syariah.

Misi ketiga, mengembangkan tata kelola perusahaan yang baik dan layanan keuangan berdasarkan kebutuhan anggota dan perkembangan teknologi. Kalau hanya berdasarkan kebutuhan anggota saja, kita antisipatif namanya, hanya kalau ada kebutuhan anggota kita melakukan perubahan. Tapi dengan adanya perkembangan teknologi kita sudah melompat ke depan, ketika anggota belum membutuhkan kita sudah lompat dan akhirnya layanan kita dipakai oleh anggota, disini TAMZIS harus jadi platform keuangan.

Pada misi keempat, mengembangkan manfaat kepada angggota untuk mencapai kesejahteraan keluarga utama. Layanan TAMZIS bukan hanya layanan keuangan tapi seluruh total komprehensif layanan, baitul maalnya, itu merupakan bagian integral dari TAMZIS. Oleh karena itu baitul maal TAMZIS tidak dikelola oleh baitul maal terpisah, tetapi dikelola oleh kepala cabang kepala area semua mempertanggungjawabkan tentang hal ini karena tugas terintregasi di TAMZIS baitul maal dan baitut tamwil jadi satu.

Yang kelima, Bekerja dengan semua pihak untuk membina masyarakat utama. TAMZIS menyadari sepenuhnya bahwa untuk sampai kepada masyarakat utama itu harus dilakukan oleh TAMZIS. Itu artinya kita yang harus aktif. Membina masyarakat utama adalah tanggung jawab kita semua, tetapi kita menyadari bahwa untuk membina masyarakat utama tidak bisa sendirian, kita harus bersama-sama bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, dan masyarakat diajak untuk bersama-sama.

Koperasi sebagaimana founding father kita, ekonomi Indonesia harus disusun atas dasar ekonomi kekeluargaan, itulah yang disebut sebagai koperasi. Jadi seharusnya Indonesia ini ekonominya ekonomi koperasi. Bangunan masyarakat yang cocok untuk itu adalah koperasi kata Bung Hatta dan juga sesuai dengan koperasi-koperasi yang ada di Negara maju.

Jangan dikira koperasi itu kecil, sebagai contoh es cream “Campina” itu adalah koperasi besar di tiga Negara. Punya anggota 7.000 sekian, karyawannya ada 7.000 sekian, volume usaha 58 triliun. Kita mudah-mudahan nanti akan menjadi top of the top koperasi di dunia, insyaAllah, amiin.

Nah, koperasinya utama yang dimaksud, yaitu TAMZIS berkeinginan untuk selalu membina tiga keutamaan, Pertama keutamaan akhlak, yang kedua keutamaan tata kelola, yang ketiga keutamaan manfaat. Kalau tata kelolanya bagus manfaatnya juga bagus. Yang dimaksud tata kelola bagus itu tidak hanya menghasilkan untuk, tetapi juga harus dengan akhlak yang baik dan manfaat yang baik.

Kata terpercaya adalah landasan pokok. Semua dalam layanan TAMZIS itu landasan utamanya kepercayaan. Mata uang yang bisa digunakan dimanapun yakni jujur. Jujur itu nilainya universal, tak melihat suku, adat, agama maupun ras. Oleh karena itu, basis kepercayaan adalah kejujuran dan hasilnya kesejahteraan.

Oleh karena itu, kesejahteraan anggota yang dimaksud adalah kesejahteraan berdasarkan keluarga utama yakni sehat ruhani, sehat jasmani, sehat intelektual, sehat finansial, sehat lingkungan dan sosial.

Misi yang pertama akhlak yang dimaksud adalah akhlak sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw., yakni shidiq, amanah, tabligh, fatonah. Di TAMZIS diformulasikan sebagi budaya kerja LIFE (Learning, Integrity, Friendliness dan Endurance), yakni membina akhlak sesuai budaya LIFE ini juga dilakukan untuk seluruh anggota TAMZIS, jadi bukan hanya kepada karyawan tapi kita sampaikan juga kepada seluruh anggota dan keluarga besar TAMZIS.

Kenapa kita harus mengutamakan akhlak? karena di zaman now godaannya banyak. Karenanya kita semua harus waspada. Lebih baik kita memiliki keutamaan akhlak, dengan menjaga keutamaan akhlak ini insyaAllah kita selamat dunia akhirat.

Misi kedua menggembirakan dan memudahkan anggota mengadakan kegiatan ekonomi produktifnya. Ekonomi produktif yang dimaksud adalah ekonomi Islam yaitu ekonomi berbasis barang dan jasa. Jadi ekonomi produktif adalah ekonomi Islam.

Kemudian mengajak dan mempromosikan gaya hidup hemat dan konsumsi yang bertanggung jawab. Hidup hemat dan konsumsi yang bertanggung, ditekankan betul-betul, kenapa? Karena hidup hemat dan konsumsi yang bertanggung jawab itu bagian dari gaya hidup muslim. Sekarang gaya hidup muslim di dunia dikenalnya bukan sebagai muslim life style tapi halal life style, halal life style itu more than health, jadi kalau halal life style itu lagi ngetren di dunia.

Selanjutnya, kata menggembirakan dan memudahkan diterjemahkan sebagai peran aktif TAMZIS dalam turut serta membangun Islam dan mempromosikannya menjadikan rahmat bagi alam semesta.

Misi ketiga, menggambarkan tata kelola yang baik dan layanan keuangan berdasarkan kebutuhan anggota dan perkembangan teknologi. Ini yang saya sebutkan tadi, bayangkan hal-hal yang negatif saja bisa jadi heboh dan viral apalagi hal-hal yang baik dan bermanfaat. Awalnya kita mengira teknologi itu akan menjadikan orang individualis, dengan adanya teknologi itu ternyata sebaliknya.

Orang dengan adanya teknologi itu makin emosional dan makin sosial, satu sisi kita yang dekat makin jauh yang jauh makin dekat. Tapi di sisi yang lain tadi, diantara kelompok sub masyarakat-sub masyarakat menjadi makin kuat. Terlebih komunitas-komunitas berdasar hobi atau kesukaan yang sama.  

Kedepan, TAMZIS akan menyediakan platform keuangan serta mengembangkan layanan secara komprehensif untuk mensejahterakan anggota dan komunitas. Bedanya Pay BMT dengan fintech yang lain, jika fintech yang lain itu model bisnisnya dari paytren langsung kepada anggota, dari go pay kepada user, semua seperti itu, kalo kita pay BMT user pakai platform ditanya Anda bagian dari komunitas mana? Kalau Anda komunitas masjid Al Mujahidin misalnya, dia didaftarkan atas komunitas masjid Al Mujahidin. Begitu dia didaftarkan atas komunitas masjid Al Mujahidin semua transaksi yang dilakukan oleh user tadi dia akan menyumbangkan sebagian dari transaksinya itu kepada masjid Al Mujahidin, dimana tempat dia didaftarkan.

Bayangkan kalau PLN sekarang itu adminnya 2.500 Rupiah, yang 1.300 Rupiah kembali kepada masjid Al Mujahidin, yang 1.200 Rupiah itu dibagi ke atas. Kita beli pulsa, transaksi masuk kesitu, maka setiap komunitas tadi (masjid tadi) kemudian akan mendapatkan pendapatan pasif income dari jamaah-jamaahnya. Dengan demikian nanti masjid atau komunitas-komunitas itu akan merawat anggotanya. Ketika ini sudah jadi, untuk merawat anggotanya nanti secara otomatis akan dikembangkan juga aplikasi masjid, database masjid dan lain sebagainya, big data akan dikumpulkan jadi satu, dengan demikian profil anggota TAMZIS akan menjadi jelas. Profil anggota TAMZIS itu adalah kumpulan-kumpulan dari masjid, keluarga, dan pasar, disinilah intersectionnya, yang ada disini adalah anggota-anggota utama. Makin kedepan, makin meluas setelah satu demi satu tahapan didapatkan. Jadi yang pertama sekarang memakai layanan bisnis kita, makanya begitu memasukkan mastering nama, alamat, nomor KTP harus lengkap, survey harus lengkap. 

 

Dukung dengan MKU  

MKU (Membangun Keluarga Utama) harus selalu ditambahkan, jangan dirubah, semua itu harus ada MKU nya. Jadi selain transaksi keuangan harus ada transaksi yang lainnya. Ke depan, saya minta dengan sangat nanti semua kantor TAMZIS harus punya minimal 3 masjid dengan program TAMZIS cinta masjid, kamar mandinya dibersihkan, mukenanya dilaundry. Bismillah, dengan begitu kita punya komunitas, komunitasnya jelas, satu masjid kira-kira 250-300 jamaah, kalau kita membiayai orang yang jamaah di masjid dibandingkan dengan orang yang tidak pernah sholat, aman mana kira-kira? insyaAllah aman yang jamaah di masjid. Kurang lebihnya seperti itu. Kumpul dengan orang sholeh insyaAllah lebih baik daripada  dengan orang yang tidak jelas.

Misi terakhir, yakni berkerjasama dengan semua pihak untuk membina masyarakat utama. Masyarakat utama yang dimaksud adalah masyarakat yang tolak ukur kesejahteraanya adalah sesuai dengan model keluarga utama yakni sehat ruhani, sehat jasmani, sehat intelektual, sehat finansial, dan sehat lingkungan dan sosial. Penekanan daripada kerjasama ini menunjukkan pada upaya TAMZIS  untuk secara aktif merintis dan melakukan sinergi dengan semua pihak.

Terakhir, insyaAllah begitu itu kuat semuanya akan jadi satu. Jadi yang penting itu sebenarnya semuanya merupakan perangkat, ini sama dengan pisau kita bisa gunakan pisau untuk nodong dan bisa juga digunakan untuk memasak atau membuat perkakas, jadi tergantung kita menggunakan alat itu. Alat yang dikaruniani Allah itu begitu luar biasa, ini harus kita daya gunakan justru untuk memperkuat jamaah-jamaah yang ada. Kalau ini jadi, inftrastruktur sosial mendatang luar biasa, jadi ayo kita mulai, jadikan ini menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari. [ir]

Tags

Artikel Terkait

Menyiapkan TAMZIS Menghadapi Revolusi Teknologi
    tmz
  • December 04, 2018

Oleh: Budi Santoso, SE.   Setiap lembaga penting dalam membuat rencana strategis untuk acuan kinerja dimasa mendatang. ...

Membangun Sharing Economy Berbasis Masjid
    tmz
  • December 04, 2018

Oleh: Valentiono Dinsi   Membangun dan memperkuat komunitas di era revolusi teknologi lebih tepatnya di era revolusi di ...

Perencanaan Keuangan itu Mendidik Masyarakat Naik Kelas
    tmz
  • April 14, 2016

Perencana keuangan itu ibarat lampu lalu lintas, bila hijau tanda berjalan. Warna kuning tanda pelan-pelan dan waspada s ...

BMT-BMT Siap Hadapi MEA
    tmz
  • April 14, 2016

Dalam KTT ASEAN di Myanmar November kemarin, Indonesia menjadi perhatian dunia khususnya ASEAN. Presiden Joko Widodo men ...

BMT dan UMKM; Cerdas Merencana, Bisnis Jadi Semakin Terarah
    tmz
  • December 19, 2016

BMT (Baitul Maal wat Tamwil)  merupakan lembaga keuangan mikro yang memberikan jasa keuangan seperti tabungan, kredit ...